Filosofi Buah

mmm..edisi perdana blogs
pengen berbagi..

Well..klo Dee si “supernova” punya terbitan baru berjudul filosofi kopi, gw juga punya ..i call it “fruit  phylosophy”

Yup..inspirasi ini datang dan jadi ditulis berkat obrolan bareng temen gw pas lagi makan siang di rumah makan deket kampus, bahkan katanya filosofi ini menginspirasi dy juga, kedengerannya emang aneh tapi sejauh ini filosofi buah ampuh untuk ngebuat gw selalu berpikir positif dan optimis

Lets imagine..
Pernah ngga sih ngerasa klo “masalah” yang kita hadapi tuh berat banget, kok kita ga beruntung  banget dibandingin orang lain, timbul anggapan “gw paling sial di dunia, dan ga ada yang bisa ngertiin gw” bahkan ekstrimnya lagi kita menganggap “Tuhan ga adil”..come on it’s not that worst,
bagi gw kadang hal-hal semacam itu timbul dari pikiran kita sendiri yang “paranoid” begitu nerima “shocking problems” yang memicu sensitivitas tingkat tinggi, bad mood berkepanjangan sampe down dan ga semangat ngerjain apapun..

Eits..tenang aja guyz, gw juga pernah ngalamin hal yang sama. Sampai suatu saat gw berpikir sbenernya setiap orang pasti punya masalah, ga ada yang lebih berat atau ringan, ga ada yang paling sial atau yang paling beruntung…hanya saja tiap masalah yang dihadapi seseorang punya “bentuknya” sendiri

analoginya..
anggap aja masalah gw dan masalah sahabat gw seberat “1 kg”, tapi masalah gw berbentuk “apel” (tanpa maksud apa-apa gw milih buah ini) sedangkan masalah sahabat gw berbentuk “pisang”. Beratnya sama-sama satu kilo tapi punya “rasa” yang berbeda, klo gw suka “apel” pasti gw bakal santai aja ngadepin masalah ini karena gw suka apel, tapi saat gw nerima pisang belum tentu gw suka “memakannya”, begitu juga sahabat gw. So..it’s the same

Yup, anggapan yang muncul dalam diri kita didasari sama pengalaman “memakan” sesuatu, entah itu masalah, hal indah, memorable stories, orkes sakit hati (ngutip dari slank) atau beragam hal yang telah ditulis Allah dalam hidup kita. Sekarang tinggal gimana cara pandang kita ngadepin masalah supaya  mampu membuat kita bangkit dan semangat lagi. Nah klo kita berani “memakan buah” (maksudnya ngalamin sesuatu dan ngadepin resikonya), pasti kita jadi lebih tahu buah mana yang enak dan yang ga enak, mana sih yang sesuai selera (artinya bisa kita hadapi dengan sikap bijak) and the most important thing is “we know how to handle it”

Misalnya aja kita terpaksa “makan pepaya” yang jelas-jelas bikin kita mau “muntah” karena suatu kondisi, kita bisa berpikir bahwa “pepaya itu enak” klo makannya pake susu, atau dicampur ager2 biar jadi puding. Nah artinya pas lagi ngadepin masalah yang bikin BT BANGEDH, dengan berdoa, curhat ma temen, jalan2 atau laennya ternyata membuat masalah itu menjadi “karunia yang membawa hikmah” bagi kita.

Allah menciptakan “buah-buahan” penuh vitamin dan manfaat lainnya untuk dimakan, dimanfaatkan dan mengajari manusia untuk BERSYUKUR atas nikmatNya, begitu pula “masalah” yang mesti kita anggep “Ladang bersyukur” kita. Hidup ini bisa jadi “rujak” yang punya beragam “rasa” , “warna”, dan “makna”, boleh suka atau tidak..yang jelas kita belajar bijak dari “memakannya”

See..
Hidup ni berwarna-warni dan penuh sama inspirasi jadi ga usah takut “makan buah” lagi ya..

Ada yang punya pengalaman “makan buah” dan nyimpen makna tersendiri?
siapa tahu dengan berbagi akan ada “toko buah”, ibarat segudang pengalaman yang bisa bermanfaat bagi orang lain..ditunggu ya tanggapannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s