Menikah dan sederet cerita tak terduga

081108..

Entah mengapa saya begitu menyukai tanggal ini sejak pertama kali diputuskan sebagai hari bersejarah, hari dimana saya melangkah kedalam hidup baru dengan izin Allah.

Niatan baik selalu menemukan jalan, kalimat inilah yang seringkali saya dengar sewaktu mempersiapkan pernikahan. Waktu berjalan dengan cepat, kekhawatiran menghinggapi, pikiran pun terbagi, semuanya tak bisa saya hindari. Hingga perlahan saya menyadari bahwa Allah membimbing kita dengan cara yang sama sekali tak terduga, pernikahan ini mendekatkan saya padaNya, pada kesabaran, pada ketidaksempurnaan, pada ego dan harapan melalui sejumlah peristiwa menjelang Hari-H.

Uniknya, saya belajar banyak dari sebuah pernikahan, semoga jadi inspirasi buat temen-temen yang lagi nyiapin atau ngebayangin..uups

  1. Well planed, jelas !!, mempersiapkan hari H berdua saja, sambil bekerja, siaran malam, ikut event dan nulis blogs jelas saya dipaksa pintar mengatur waktu, bikin perencanaan plus detail budget, negosiasi sampai eksekusi a.k.a mengambil keputusan secara cepat
  2. Creative, secara ya..apa-apa mahal, jadi rajin banget buka internet, bolak-balik katalog nikahan, tanya sana-sini, konsul ama temen yang kebetulan punya WO, jadi mikir gimana menjaga kesakralan nikah dengan kemasan event yang apik tanpa mengeluarkan banyak biaya ngga guna (efeknya sampe sekarang nih..waktu nentuin pos-pos anggaran belanja rumah tangga :P). Hasilnya..alhamdulillah diem-diem nyusun rencana bikin WO sendiri
  3. Lebih sabar, diantara keinginan, kebutuhan dan ketersediaan..saya belajar menerima diri apa adanya, ndak maksain keadaan, adanya segitu ya disyukuri, ngga bisa ini itu ya dipahami, toh diatas langit masih ada langit, bisa jadi ada mereka yang tak seberuntung diri saya, ketidaksempurnaan itulah yang menyatukan kedua keluarga saya dan suami.
  4. Berkomunikasi dengan hati, bohong banget urusan nikahan ga memicu emosi jiwa, mulai dari beda pendapat, beda pola asuh sampai beda selera. Saya pernah jenuh, pernah mangkel bahkan sejenak diam untuk introspeksi, disinilah komunikasi terbangun, bagaimana bertoleransi dengan keluarga, pasangan dan diri sendiri, dengan cara bicara..
  5. Produktif, tulisan yang ga sempet diposting lewat blogs, tumpukan puisi berbalut doa, artikel2 beasiswa, sampai segala macam buku-buku saya lahap penuh sukacita, inilah pelarian paling produktif dalam hidup saya
  6. Menikah bikin saya bersemangat membahagiakan orangtua, tersenyum membayangkan indahnya hidup bersama belahan jiwa (hehehe..), termenung membayangkan bijaknya menyikapi permasalahan rumah tangga dan berjuta efek lainnya…

One for sure, there’s nothing without something, selama kita berupaya menerima diri apa adanya, semakin baik hasil yang kita terima, teriring doa untuk sahabatqu semua. InsyaAllah dimudahkan jalannya untuk menggenapkan setengah agama.

yang muda yang usaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s