Benarkah Bakat sesuatu yang Hebat?

Perdebatan ini bermula ketika saya membaca artikel menarik hasil blogwalking. Kesimpulannya, Negara maju telah berpikir untuk mengarahkan anak-anak sejak dini, entah melalui psikotes, uji bakat atau cara lainnya.

Setahu saya, cuma sekolah berlabel plus atau Home Schooling yang meniru sistem ini, selain difasilitasi, anak-anak bahkan dimotivasi untuk menemukan bakat mereka. Sedangkan sisanya mengandalkan organisasi sekolah, ukm atau apapun istilahnya untuk mewadahi aktualisasi siswa.

Namun sayang, bagi saya negeri ini seolah mengenal bakat sebatas keluwesan diatas catwalk atau wara-wiri di layar kaca.  Ngga salah, saya hanya menyayangkan, meskipun tlah banyak prestasi diukir dari berbagai bidang, ekspos media seakan berpihak sebatas pada “bakat” tadi.  Padahal Bakat adalah varian paling dinamis, festival essai, kontes debat, pertandingan olahraga, pagelaran budaya, olimpiade sains hinga kompetisi berbau kreatifitas telah melahirkan bibit-bibit unggul pengharum nama bangsa melebihi mereka yang mendapat promosi bernama polling SMS atau rating semata. Saya lalu membayangkan sejauhmana hal ini mampu menggiring opini para orangtua untuk berbangga pada uniknya bakat anak-anak mereka, more than just entertainment world

Beruntung, sejak kecil orangtua saya justru memberi kami (anak-anaknya) ruang untuk berpendapat, mengekspresikan diri dan belajar mengenali hal-hal yang disukai. Meskipun tetap saja, batasan, metode pembelajaran selalu mengandalkan disiplin, namun soal bakat tiap anak punya porsi masing-masing. Jika nilai Eksak kami jatuh, tak lantas dicap “bodoh”, karena siapa tahu hidup kami justru berkembang dari bakat…ya seperti saya sekarang ini..

*gemas dengan menjamurnya talent show di televisi*

2 thoughts on “Benarkah Bakat sesuatu yang Hebat?

  1. refa says:

    Terus terang saya jadi mikir berat.
    Apakah bakat itu bawaan genetik?
    Atau sesuatu yang sifatnya like or dislike?
    Atau hasil pelatihan sejak kecil. Soalnya kalau bakat dikaitkan dengan profesi sama sekali gak nyambung. Anak jadi tentara apakah itu bakat? Atau karena ortunya ‘kebetulan’ tentara…
    Pusing-pusing….

    Like

  2. beronjong says:

    bakat itu semua berawal dari kebiasaan ! bukan dari lahir ! Tuhan cukup adil saya rasa. kenapa, karena Tuhan menciptakan bakat kepada manusia yang menekuni suatu bidang dan bukan terlahir dari bapak pem-bakat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s