Sang Maestro

Instrumental music mengalun merdu dari windows media player yang memainkan 10 track album Evolusi karya Yockie Suryo Prayogo & Susilo Bambang Yudhoyono. Segenap pikiran saya begitu dimanja untaian nada, imajinasi berlompatan dalam kepala, inilah salah satu kelemahan terbesar saya, cepat kagum dibuai karya cerdas para musisi, yang tak hanya menawarkan manisnya sebuah industri, melainkan karya yang membuat saya makin mencinta Sang Maha.

Sore ini, saya mendapat kesempatan berbincang dengan Mas Yockie seputar peluncuran album instrumentalnya. Tak menyangka, begitu banyak yang saya dapatkan hanya dengan obrolan sederhana bersama beliau, mengenai karya pop yang merajalela, karya yang memihak pada industri-dan bukan memperkaya pilihan pendengar, political will, apresiasi terhadap karya seni hingga semakin lembut beliau bicara, semakin saya mampu menangkap idealisme yang dipegangnya.

Lebih dari sekedar pengetahuan tentang bidang yang tekuni, dedikasi, sebuah visi, bahkan berani menjadi diri sendiri memastikan bahwa saya tlah berbincang dengan salah seorang Maestro. Tak sedikitpun nada kesombongan mencuat dari perbincangan kami, yang dipaparkan hanya semangatnya mengelola atau mencipta sebuah karya bersama rekan-rekan seprofesinya, tak heran jika Idris Sardi, Kiboud Maulana, musisi senior lainnya terlibat penuh hasrat.

Terlepas dari reinterpretasi album miliki Bapak Susilo Bambang Yudhoyono selaku presiden Republik Indonesia, album ini memikat saya dengan caranya tersendiri. Tak berdasar politis terhadap SBY dan partainya atau fanatik terhadap karya-karya Yockie, rangkaian melodi yang ditawarkan ke telinga inilah yang menyadarkan saya betapa prestasi Sang Maestro tlah melampaui namanya sendiri.

Saya berandai-andai kembali, bagaimana maestro di ranah lain, dalam Blogosphere misalnya? Bagaimanakah cara mereka mempertahankan idealisme saat ngeblog? Menghasilkan karya tulis tanpa tergerus industri, sehingga yang dihasilkan kemudian prestasi..optimisme terhadap mereka-para pembaca setianya, inspirasi, motivasi..bahkan manfaat melakukan perubahan menuju pribadi yang lebih baik lagi..hanya berawal dari sebuah karya..rangkaian kata..

Jauh dari sebatas tahta popularitas, atau tumpukan komentar yang melenakan (tapi menyenangkan…) plus kehilangan hati saat menulis..

Ah..entah mengapa saya begitu yakin blog menjadi jalan efektif mengkampanyekan hal-hal baik, begitupun hal-hal sebaliknya, tinggal bagaimana menekuni pilihan…Sang Maestrolah yang bisa menjawabnya..dengan karya..yang melebihi nama mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s