Kita (sengaja) lupa bilang cinta

Saya tak pernah mengerti, mengapa pertambahan usia justru menjauhkan saya dari cara mencinta. Jika dulu saya antusias bermanja pada papa-mama, bersendau-gurau bersama adik-adik saya, berkumpul bersama sahabat, bahkan berbeda pendapat dengan mereka, namun kini perubahan itu jelas adanya.

Apakah pekerjaan yang dijalankan, aktivitas mengurus kehidupan baru yang dibina bersama suami menjadi pembenaran atas kesibukan yang kadang tak berdasar. Lantas saya bertanya-tanya dalam hati, berapa banyak tlah saya luangkan waktu untuk sekedar say hello kepada kedua orangtua? Menanyakan kesibukan sekolah atau pekerjaan yang dijalani adik-adik saya? Juga mengucapkan selamat ulangtahun pada sahabat-sahabat tercinta? Melalui telp, sms, email, FB atau apapun caranya?

Banyak yang tak sadar bahwa kita seringkali (sengaja) lupa bilang cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s