Bercermin Pada Waktu

Tiga berita kematian serta satu kabar tentang sahabat yang tengah menjalani pengobatan akibat kanker, seolah menyadarkan saya dari zona nyaman bernama kehidupan.

Ternyata waktu tlah banya mencuri momen seseorang, melenakannya dengan asumsi bahwa esok kita masih hidup kok..padahal telah jelas tak ada yang bisa menjamin hidup, termasuk urusan usia yang mutlak kuasa Sang Maha.

Sayapun bercermin pada waktu, gambaran gamblang tentang peristiwa, fakta dan rasa berseliweran tanpa henti. Apa jadinya ketika “waktu” saya tiba dan belum sempat mengucap cinta pada mereka yang saya cintai? Atau ketika saya belum sempat mengikuti kata hati dan memperoleh passion dalam hidup? Atau sekedar bermanfaat tuk sesama. Tak Cuma penyesalan pastinya..

This posted was dedicated to:

Annisa Trisna (EPS 39 IPB), saya masih ingat logat khas dan perdebatan seru dikampus bersamamu..

Kang Iyus (AGB 37 IPB), one of the multitalented person i’ve ever met was u..

Mba Sally (SINDO), tabahkan hatimu mba..tak mudah memang kehilangan papa mertua..

Mba Vin (Kompas), meskipun belum sempat kita mengenal lebih dekat, namun saya belajar tentang ketangguhan dan idealisme darimu..thanks for being our angel (me and my husband really appreciate you)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s