Backpacking, A Birthday Gift

“Go! and have some adventure” kalimat ini meluncur dari suami saya selang beberapa minggu sebelum ulang tahun saya tiba. Ia tahu bahwa selain menulis dan bicara soal parenting, traveling ada dalam daftar passion saya. Ia menyadari fakta bahwa istrinya telah menjadi seorang ibu yang terus berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan waktu untuk keluarga dan mengesampingkan beragam keinginan, termasuk pergi melancong sendirian.

Saya masih ingat, suami jugalah yang mendorong saya menerbitkan The Motherhood Project. Buku berisi pengalaman-pengalaman ”kencan” saya bersama putri tercinta kami, Ayesha Mikayla. Yes, I’m a working mom who’s always find ways to enjoy motherhood with great energy called love. Ia memahami benar peran dan tanggung jawab saya sebagai seorang istri dan ibu, namun di sisi lain ia tahu bahwa saya sesekali membutuhkan waktu untuk me-recharge energy.

"Go! and have some adventure"

“Go! and have some adventure”

Sejak bergabung dengan Group Muslimah Backpacker, saya seringkali bercerita kepadanya tentang pengalaman teman-teman muslimah lainnya menjelajah banyak tempat, tak jarang sambil membawa anak mereka. Ia juga kerap memperhatikan koleksi buku-buku saya yang belakangan didominasi topik jalan-jalan. Maka ketika suami mengungkapkan niatannya menghadiahkan restu jalan-jalan untuk ulang tahun saya, air mata haru menetes. Sebut itu drama, but I really feel surprised at that time. Tanpa diminta, ia malah menyarankan saya untuk bepergian, mempersilakan saya menikmati hari istimewa sambil menjelajah tempat-tempat yang saya sukai. I am very lucky to have him in my life.

My beloved husband and sweet daughter :*

My beloved husband and sweet daughter :*

Bisa jadi saya berjodoh dengan Bromo, ketika rencana bepergian bersama Muslimah Backpacker batal akibat benturan jadwal, tak disangka-sangka saya malah mendapatkan kesempatan mengunjungi Bromo bersama sahabat baik saya, i was so excited to explore East Java on a 3 days backpacking trip (March 29-31, 2013), visit Madakaripura, Baluran, Ijen and Mount Bromo.

The Exotic Destination: Madakaripura, Baluran, Kawah Ijen & Bromo Mountain

The Exotic Destination: Madakaripura, Baluran, Kawah Ijen & Bromo Mountain

Kelihatannya semua berjalan lancar, padahal sempat juga rencana backpacking ini batal. Awal perjalanan menuju Surabaya sebagai titik pertemuan juga bisa dibilang penuh cobaan. Sehari sebelum trip, saya, seorang sahabat dan satu orang backpacker lainnya janjian ngumpul di Terminal Lebak Bulus untuk naik bus antar kota Pahala Kencana jam 9 pagi. Tiga jam menunggu busnya ngga datang juga, katanya rusak dan sedang diperbaiki. Saya sempat emosi mengingat kami harus tepat waktu sampai di Surabaya karena akan berangkat lagi ke Madakaripura. “Kenapa ngga diganti bus lain aja sih, emang cuma satu yang menuju Surabaya?” rutuk saya dalam hati. Pasca sholat Dzuhur di terminal, kami kembali memaksa manajemen bus untuk mengantarkan kami ke tempat tujuan. Akhirnya kami bergabung dengan penumpang lainnya naik bus dengan rute Jakarta-Denpasar, “biarlah, yang penting bisa transit dan sampai” begitu pikir kami. Baru sebentar merasakan tidur, tiba-tiba kami terbangun karena AC mati dan Bus terpaksa berhenti di pinggir jalan.

Kecurigaan saya pun berlanjut saat melihat kondisi sekeliling, kayaknya kok saya kenal daerah ini ya. Bener banget, rupanya ini jalur menuju Terminal rawamangun.  Oalah, rasanya pengen nangis begitu tahu kenyataan bahwa kami sengaja diturunkan disini untuk dioper ke bus Pahala Kencana yang lain, yang menuju Surabaya, yang katanya akan berangkat jam 3 sore, itu pun belum pasti. Kondisi terminal yang padat, cuaca panas dan kondisi lapar akibat belum makan siang seolah melengkapi penderitaan. Sambil mengunyah bakso di warung seberang jalan, saya menelepon suami, ngadu ceritanya. Ia pun menyarankan kami untuk naik kereta. Memang menambah biaya, tapi jadwalnya lebih bisa diandalkan. Beruntung, masih tersedia 12 seat untuk kereta api Sembrani tujuan Jakarta-Pasar Turi, berangkat  jam setengah delapan malam dan diperkirakan tiba di Surabaya jam setengah enam pagi. Kami langsung menuju Gambir dengan taksi dan dan ngga berhenti menertawakan diri sendiri, mengingat perjuangan awal ngetrip yang nggemesin itu.

Dalam perjalanan, ponsel saya tak henti-hentinya bergetar, notifikasi FB, Twitter, BBM, Whatsapp dan SMS berisi ucapan selamat ulang tahun terus bermunculan. Mama, adik-adik dan suami saya pun menyempatkan diri menelepon dan mendoakan perjalanan saya. Alhamdulillah, saya benar-benar diberkahi Allah karena dikelilingi orang-orang yang saya sayangi.

29 Maret 2013

Sunrise on a journey to my new age :)

Sunrise on a journey to my new age 🙂

Kereta melaju cepat, hingga tiba saatnya mengantarkan Subuh yang kemudian berganti deretan hijau sawah berlatar belakang pegunungan. Pagi itu saya menjejakkan langkah di Stasiun Pasar Turi, memulai usia baru sambil menyesap hawa pagi. Kini, nikmat apa lagi yang hendak saya dustakan? 🙂

4 thoughts on “Backpacking, A Birthday Gift

    • @djghina says:

      hahahah hampir semua yang baca postinganku ini ikut gagal fokus gara-gara sepatu :p , tiieee terima kasih sudah mampir, jadi kangen ngobrol lagi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s