Amazing Race at Singapore [Part II]

I’ve got three hours left to explore Singapore since the next day am taking my morning flight back to Jakarta, Indonesia. After short adventure through walking tour around Garden by The Bay and Chinatown, i decided to enjoy Singapore from a different perspective. Taking a closer look at Singapore landmarks just in one way.

PARKROYAL Hotel Singapore

iphone 216123456

last four photos was taken from their official web www.parkroyalhotels.com

Hotel of The Year 2013 versi  World Architecture Festival ini memang iconic. Tiga lapis hanging garden yang mirip dengan kontur terasering (atau sawah) menjadi ciri khas utamanya. Luxurious detail was everywhere, wish I had another chance to spend the night here. Lokasinya sangat strategis, tinggal pilih saja mau jalan dan jajan ke Clarke Quay atau Chinatown, berdekatan kok. Menu makannya sangat variatif, Asia hingga Eropa. Kalau mau sholat bisa mampir ke Mesjid Jamae Al Chulia juga yang terletak tak jauh di belakang hotel cantik ini.

1

Yet here, am lucky to have a chance meeting with Community Managers around Asia to take sertification powered by LithiumTech. It’s a good networking moment, you can share stories of what happening on each communities and learn from them. I am the only woman representative from Indonesia, so am very grateful for this opportunity.

River Tour Clarke Quay

8 9 10 11 12 13 14f 16 18 17

Berkat referensi, selain tiket Garden by The Bay saya juga memesan tiket River Explorer dari Mba Darling, pemilik jalan-jajan Singapura. Total biaya SGD 43 saja (Rp 407.900). Pulang ujian, saya langsung berjalan menuju The Central Mall menuju jembatan penyebrangan. Berhubung sudah punya tiket, saya bisa langsung menaiki tanpa antri di counter Singapore River Explorer yang letaknya disamping Novotel Clarke Quay. Ternyata, wisata sungai disini nyaman dan ngga berbau. Inilah cara lain menikmati Singapura dari sudut pandang berbeda.

Sekali jalan, berbagai Singapore landmarks terlewati. Mulai dari pub-resto-gedung kuno ala Clarke Quay, Fullerton Hotel yang mewah dan bersejarah, Patung Merlion yang jadi ikon Singapura, Marina Bay Sands, bianglala raksasa Singapore Flyer, Art-Science Museum sampai jembatan tertua di Singapura Cavenagh Bridge. Meski sudah jam 5 sore, cuaca Singapura sedang panas-panasnya waktu itu jadi mengambil foto cukup menantang juga lho, tapi secara keseluruhan saya puas satu jam berkeliling menyusuri sungai sambil menikmati sepoi angin.

Shop at Bugis Street Market

20 19

Jika ada waktu lebih, ingin juga mampir ke Orchard yang tersohor itu atau menjelajah Kampung Arab, namun karena besok pagi harus mengejar penerbangan pulang, malamnya saya menyempatkan diri mampir ke jalan Bugis untuk berbelanja. Suasana pasar tergolong ramai, namun cukup bersih dan berAC pula. Ngga usah mikir barang bermerk ya kalau disini, karena sebagian besar produk yang dijual buatan China dan Korea. Lumayan, bisa beli gantungan kunci yang lucu-lucu, beberapa potong kemeja jeans bermotif plus borong camilan buat di rumah.

Finally, sampai di hotel saya langsung mandi air hangat dan merapikan koper agar tenang beristirahat. Seneng juga karena survive jalan sendirian di Singapura. Meski sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, tetap saja cemas karena semuanya serba pertama kali. Jadi PD dan semangat nih mempersiapkan wishlist trip ke Singapura bareng keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s