[Bandung Trip] Museum Geologi

1

2

3

Tujuan wisata keluarga berikutnya setelah Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani adalah Museum Geologi yang letaknya tak jauh dari Gedung Sate. Cukup modern, bersih dan ber-AC. Bangunan bersejarah bergaya art deco ini menyimpan berbagai bebatuan, mineral, artefak dan fosil yang dikumpulkan sejak tahun 1850. Saya berdecak kagum begitu mengetahui bahwa jumlah koleksinya termasuk yang terbesar se-Asia Tenggara.

“Seru ngga Kak, main ke Museum Geologi?” tanya saya

“Iya Bun, aku suka banget. Naik apa tuh Bun yang buat ngerasain gempa? yang kita liat video rumahnya runtuh”

“Simulator gempa Kak”

“Trus aku lihat motor rusak kena gunung berapi, ada termos sama tv berdebu juga ya Bun. Ih ngeri deh”

“Kamu suka apalagi Kak?” saya kembali memancing pendapatnya

“Tyrex lah, gede banget, sama kayak film Jurrasic yah Bun. Trus ada gajah mamoth, tengkorak ular, manusia purba…”

“Kamu lihat video terjadinya bumi ngga?”

“Sebentar doang Bun, aku soalnya pengen lihat batu yang mirip sama baju Princess Sofia”

“Oh, kristal ungu besar itu ya Kak. Bunda juga suka lihatnya”

“Pokoknya klo ke Bandung, kita main ke Museum Geologi ya Bun!”

Sepenggal percakapan saya dengan Ayesha cukup menegaskan bahwa tujuan wisata edukasi unggulan di Kota Bandung ini berhasil menarik perhatian anak-anak. Kita bisa mempelajari sejarah terjadinya bumi, melihat fosil dinosaurus dan mengamati bebatuan dan mineral cantik aneka warna yang bersumber dari perut bumi. Info juga disajikan dalam bahasa umum yang mudah dimengerti pengunjung. Meski sebenarnya bisa dibuat lebih interaktif lagi, seperti menambah tour guide atau audio guide (just like Gardens by the Bay Singapore) plus dilengkapi dengan penjelasan dalam Bahasa Inggris agar wisatawan asing bisa ikut memahami.

Museum ini terdiri dari dua lantai yang masing-masing memiliki ruang pamer di sayap kiri dan kanan. Lantai pertama dikhususkan untuk menyampaikan informasi mengenai sejarah kehidupan (lengkap dengan replika bola dunia berukuran jumbo, berbagai maket mini dan animasi) serta geologi Indonesia (ruang fosil). Lantai kedua lebih fokus memperlihatkan manfaat dan bencana geologi (hasil tambang emas, miniatur menara pemboran migas dan simulator gempa ada disini lho!). Overall, kami nyaman berkeliling disini, ruangannya bersih dan koleksinya terawat. Area parkir juga luas dan dihiasi taman di sekitarnya.

Sayang, kami berkunjung di bulan Juli. Setahu saya, Mei 2015 lalu pihak mengelola sempat menghelat acara Night At The Museum saat perayaan hari jadi mereka ke-86, pasti menarik!. Oh ya, mengingat waktu yang terbatas kami tak sempat mampir ke Yoghurt Cisangkuy yang ngehits ituh, padahal lokasinya tepat di seberang Museum lho. Semoga lain waktu bisa berkunjung lagi dan melihat inovasi baru disini. Gimana moms, tertarik mampir?

Museum Geologi
Jl. Dipenogoro No.57 Bandung
Jam Buka:
Senin-Kamis: 09:00-16.00 WIB
Sabtu-Minggu: 08:00-14.00 WIB
Jumat dan libur Nasional: Tutup
Harga Tiket Pelajar/Mahasiswa: Rp 2000
Harga Tiket Umum: Rp 3000

2 thoughts on “[Bandung Trip] Museum Geologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s