[Jogja Trip] Menjelajah Candi

prambanan-yogyakarta-1Apa yang sebenarnya menarik dari Candi Borobudur, Candi Prambanan atau Candi Ratu Boko di Yogyakarta? Mengapa rasanya tak lengkap jika tak menjejakkan kaki di icon kota yang melagenda ini? Rasa penasaran inilah yang membawa saya dan anak-anak liburan kesana, selain untuk menghabiskan waktu berlibur bersama teman-teman kuliah saya.

Begitu tahu kami akan menjelajah candi-candi, Ayesha tak henti-hentinya memberondong saya dengan berbagai pertanyaan. Seolah membolak-balik majalah myTrip bundanya tak cukup menuntaskan rasa ingin tahu. Ia telah lama menantikan petualangan ini

CANDI BOROBUDUR

borobudur-yogyakarta-1borobudur-yogyakarta-2

Kami menetapkan salah satu dari Candi Buddha terbesar yang tercatat sebagai daftar peninggalan sejarah dunia ini dalam daftar teratas. Kebetulan sebagian besar keluarga belum pernah melihatnya. Sebenarnya kami agak kesorean karena harus mampir dulu di resto untuk makan siang yang tertunda. Meskipun mendung telah membayangi sejak awal, sayang kalau dilewatkan karena kami sudah jauh-jauh datang kesini.

Sesampainya disana kami langsung diserbu para penjaja kerajinan tangan dan tukang sewa payung, namun kami memutuskan untuk menyewa saat sudah berada dalam kompleks candi. Benar saja, harganya lebih murah. Mengingat cuaca, kondisi mama dan anak-anak kami memutuskan untuk menaiki shuttle, ternyata lumayan banget hemat waktu. Selain bisa melihat pemandangan sekitar, dapat air mineral, kami ngga harus capek jalan.

Jarak pemberhentian shuttle menuju candi lumayan jauh dan menanjak, suami memutuskan untuk mengajak Ayesha dan adik ipar jalan duluan ke puncak candi, sementara saya menemani mama berjalan pelan sambil menggendong Aleandra.

Sampai di undakan hujan makin deras, saya justru kagum dengan semangat mama yang ingin tetap menanjak meskipun usianya tak lagi muda. Alhasil, suami buru-buru menjemput sambil menggendong Alea sementara saya menyemangati mama ditengah hujan menaiki undakan yang dipenuhi orang berteduh. Boro-boro foto cantik, yang ada kami kelelahan dan basah? :D. But it’s all worth it, i see her very happy to take pictures in here

CANDI BOKO

candi-boko-yogyakarta

Honestly saya lebih banyak mengenal Candi Ratu Boko dari instagram, efek follow akun jalan-jalan sukses membakar gengsi pergi ke salah satu candi dengan panorama tercantik di Yogyakarta ini. Lokasinya dekat dengan Candi Prambanan dan dikenal karena pemandangan sunsetnya yang fantastis.

Meskipun mood anak-anak sempat kurang baik (karena bosan diminta foto-foto sama bundanya), mereka tetap menyusuri kawasan candi yang konon bekas keraton ini hingga ke ujung. Ayesha bahkan penasaran ingin melihat sumur penuh misteri dan benda-benda purbakala yang tersimpan disana.

CANDI PRAMBANAN

prambanan-yogyakarta-6prambanan-yogyakarta-7prambanan-yogyakarta-2prambanan-yogyakarta-3prambanan-yogyakarta-4prambanan-yogyakarta-5

Dari semua candi yang kami kunjungi, bisa dibilang Ayesha paling menikmati Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia. Selain sibuk tanya sana-sini ketika melihat arca, ia terkagum-kagum dengan legenda Roro Jonggrang-Bandung Bondowoso yang menyertainya. Tak ingin melewatkan momen, saya merekam antusiasmenya dan membeli fotokopi sejarah  Prambanan seharga 3 ribu rupiah sebagai bekalnya.

Selanjutnya sudah bisa diduga, ia berapi-api menceritakan pada kami bahwa Prambanan konon merupakan sebuah kerajaan, dahulu kala ada seorang putri yang dijahati dan raja sewenang-wenang yang ingin menguasai. Saya bisa melihat jiwa kecilnya berpetualang bebas disini.

Menariknya lagi, di sekitar kawasan Prambanan terdapat area luas dengan rusa-rusa berlarian, persis Kebun Raya Bogor hanya saja lebih kecil dan gersang. Namun anak-anak tetap saja tertarik mendekat. Dengan modal 15 ribu rupiah kami membeli sayuran untuk memberi makan rusa. Aleandra menjerit kecil ketika salah satu dari mereka menghampiri dan minta disuapi.

Sayang, waktu kami tak banyak sehingga tak sempat membeli oleh-oleh atau menyaksikan sendratari Ramayana Prambanan yang tersohor itu. Untungnya masih bisa mencicip nasi pecel dan es dawet yang nikmat dengan harga murah di sepanjang jalur keluar.

Mengunjungi candi bisa jadi terdengar mainstream tapi selalu ada kesenangan ketika kita bisa menyaksikan keluarga yang baru pertama kali berkunjung antusias sepanjang perjalanannya. Tujuan bukanlah segalanya, ketika kita bisa menikmati tiap momen yang dihadirkan layaknya jiwa anak-anak, selalu ada hal menarik yang bisa ditangkap mata

Mulai dari rasa penasaran, siapa yang sebenarnya membangun ini semua? Bagaimana mereka bisa membangun situs semegah dan sedetail ini? Alat-alat apa yang mereka gunakan? Mengapa bisa begitu rapi dan terstruktur? dan seketika bayangan Roro jonggrang dengan gaun keemasan dan mahkota yang berkilauan melayang-layang di kepala saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s