The Portrait

the portraitSalah satu momen yang saya nantikan ketika lebaran tiba adalah mengajak anak-anak liburan ke Bogor untuk bertemu nenek-kakeknya. Saat dimana saya bisa kembali mengenang memori sewaktu kecil dulu, menikmati waktu yang berjalan pelan tanpa khawatir disalip kesibukan.the portrait (2)the portrait (3)

Saya ingin anak-anak merasakan betapa menyenangkannya masa kecil saya dulu, menghabiskan waktu di halaman rumah, berlarian, bermain tanah atau sekedar menyaksikan kucing lewat.

Seperti siang itu, saya menemani Aleandra bermain sambil iseng memotretnya. Saya menemukan detail-detail kecil, mulai dari matanya yang bulat, bulu matanya yang lentik hingga rambutnya yang keriting dan berwarna kemerahan. Sesaat kemudian ia menatap saya sambil tersenyum memamerkan celah-celah di giginya, menyadarkan saya akan satu hal.

Allah menciptakan begitu banyak nikmat dalam hidup namun saya kerap melewatinya begitu saja. Saya menjalankan hari-hariΒ dengan datar. Mungkinkah rutinitas telah mengikis antusiasme saya pelan-pelan? entahlah. Yang saya tahu, ada masa dimana kita menganggap segala sesuatu yang dimiliki sebagai hal-hal “biasa” padahal belum tentu orang lain mendapat karunia serupa.

Detik itu pula saya memeluk Aleandra tanpa berkata-kata, mengucapkan terima kasih dalam hati karena kehadirannya mengingatkan saya (kembali) akan pentingnya mensyukuri hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s