Let’s Celebrate Motherhood!

happy parenting

Being a mom is a magical journey for me. Those innocent eyes, a heart-melting smile, a tiny hand reaching out for yours, heart beats, a gentle kiss, a warm hugs, those struggling moment, the ups and downs. I am trully blessed :’)

Continue reading

Piknik di Taman Suropati Menteng

1 2 3 4 5 6 7

Salah satu cara terbaik menghabiskan akhir pekan adalah pergi ke taman kota bersama anak-anak. Seperti suatu pagi, saya mengajak Ayesha dan Aleandra piknik sederhana di Taman Suropati Menteng. Kami hanya membawa camilan, air mineral dan buku-buku untuk dibaca karena sebelumnya sudah sarapan di rumah.

Jam delapan pagi kami tiba, udara masih sangat sejuk dan area terbuka hijau ini belum terlalu ramai. Hanya terlihat beberapa warga berlari mengelilingi taman, berlatih beladiri atau bercengkerama bersama keluarga. Saya sengaja membiarkan anak-anak duduk-duduk di pinggir rumput asalkan tak merusak tanaman-tanaman cantik maupun fasilitas taman yang ada.

Jika Aleandra (1 tahun) berbinar-binar memunguti dedaunan yang berserakan sambil berlarian kesana kemari, Kakak Ayesha memilih untuk duduk tenang sambil membaca cerita, well sesekali ia mengejar adiknya sih. Sedangkan saya sibuk mengabadikan mereka dengan kamera sambil menikmati waktu bermain bersama mereka.

Kedengarannya mungkin sederhana, namun bermain adalah salah satu aktivitas penting dalam tumbuh kembang anak. Saya belajar memahami bahwa bermain mampu melatih kreativitas, aspek motoris dan kognitif juga mengasah kepekaan anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Inilah alasan utama saya mengajak anak-anak ke ruang terbuka hijau, agar mereka merasakan sejuknya udara, nikmatnya bertemu teman sebaya dan bermain bersama.

Bermain di area publik ini menyediakan ruang-ruang baru bagi saya dalam mengeksplorasi tingkah polah anak-anak, mengamati kalau Kakak Ayesha cenderung pemalu sedangkan Aleandra malah antusias bertemu orang baru (mulai dari nyamperin, megang sampai ngajak main tanpa diminta). Bermain memberi saya kesempatan mengenali anak-anak lebih jauh lagi, mulai dari apa-apa saja yang jadi kesukaan maupun kekhawatiran mereka. Kalau Kakak Ayesha senang bermain drama atau menyanyi solo (yes, she sings a lot) di taman, Aleandra cenderung rajin menyapa orang satu per satu (in her cute baby style, of course).

Hal yang paling utama, bermain mengajak saya bersahabat dengan waktu dan mensyukuri tiap detik yang bisa saya habiskan bersama anak-anak :’)

“Play can be the long-sought bridge back to that deep emotional bond between parent and child. Play, with all its exuberance and delighted togetherness, can ease the stress of parenting. Playful Parenting is a way to enter a child’s world, on the child’s terms, in order to foster closeness, confidence, and connection.” | Lawrence Cohen, Playful Parenting

Gimana moms, pernahkah mengajak anak-anak bermain di taman dekat rumah? momen seru apa yang didapat?

[Bandung Trip] Menjelajah Dusun Bambu di Lembang

61 2 3 4 57 810 9

Destinasi akhir Bandung Trip ala djghina adalah Dusun Bambu Family Leisure Park yang jadi idola baru wisata keluarga. Sebelumnya kami mengunjungi Taman Lalu Lintas Dikagetkan Tyrex di Museum Geologi, sholat di Masjid Raya, walking tour sepanjang Asia Afrika-Braga dan menyempatkan main di Kampung Gajah Wonderland

Apa yang menarik disini? Selain udara Lembang yang sejuk, bisa dibilang wisata alam disini tergolong lengkap. Ada sawah, pegunungan, sungai, kebun teh, kebun bunga sampai danau buatan. Kita tinggal pilih mau menjelajah atau berfoto di area mana.

Kalau Kakak Ayesha sih udah jelas ngincer kids playgorund yang ada di area Tegal Pangulinan. Lokasinya tepat berada di samping Pasar Khatulistiwa yang menjual souvenir juga buah dan sayur organik yang diproduksi penduduk sekitar Gn. Burangrang. Area bermainnya cukup luas dan bersih kok, hanya area terbuka saja jadi bekali si kecil sunblock ya. Sehabis itu, ia kepengen naik balon besar di tengah danau deh (padahal yang kayak gini udah sering banget dicoba di PRJ).

Kakak Ayesha sempet ngilang juga tuh karena keasyikan berkeliling Arimbi Garden yang terletak diatas Pasar Khatulistiwa. Sayang bunganya kurang banyak, kalau ngga udah saya abadikan di instagram deh. Oh ya, saya juga senang melancong kesini karena fasilitas musholanya beradab. Bersih, mukenanya wangi dan tersedia lebih dari satu. Toiletnya juga dekat dengan area bermain anak, jadi aman.

Tempat ini hanya buka 3 hari (Jumat, Sabtu dan Minggu) dalam seminggu ya moms, dari jam sepuluh pagi sampai sepuluh malam. Harga tiketnya Rp 15rb/orang. Ada wara-wiri (shuttle car) yang siap mengantar kita jika tidak ingin menanjak, gratis!.

Sayang, suami membatalkan niat berbuka puasa disini karena kepengen mampir ke distro juga. Jadilah kami menyudahi kunjungan dan menuju pusat kota lagi. Tapi saya sudah punya wishlist, apa saja yang bakal kami coba kalau nanti ada kesempatan berlibur lagi kesini:

Mencoba Sayang Heulang (Eagle Camp)

Pengen banget ajak anak-anak merasakan exclusive camping ground macam ini. Bisa kemping di alam terbuka tapi ngga perlu terlalu repot karena tak perlu mendirikan tenda, fasilitasnya juga lengkap. Ada ranjang yang nyaman, tempat untuk barbeque, bahkan air panas untuk mandi, tenda juga dibatasi pagar dan halaman sendiri jadi tergolong private. Kalau hanya sama suami dan 2 anak sih saya bakal memilih tenda single dengan atau tanpa kasur tambahan, jadi hanya nambah breakfast aja (anak s/d usia 6 tahun digratiskan lho)

Rate Single Bed Rp 1.75mio (kapasitas 2 orang)
Rate Double Bed Rp 2.7mio (kapasitas 4 orang)
BBQ Rp 1mio (porsi 5-8 orang)

Makan di Resto Gantung Lutung Kasarung

Selain ingin menyantap nasi ayam bakar betutu sambil menatap sunset di Resto Burangrang atau mencoba menu di saung mengapung ala Resto Purbasari. Daya tarik Dusun Bambu justru terletak pada sensasi makan di replika sarang burung ala Lutung Kasarung. Fyi, pemilik Dusun Bambu dan Resto Kampung Daun adalah orang yang sama, jadi saya ngga terlalu khawatir udah bayar mahal tapi makanannya kurang sedap.

Rate menu Rp 20-60rb
Sewa tempat Rp 100rb/jam

Menginap di Kampung Layung

Tertarik juga mencoba menginap di Villa Sangkuriang, Kabayan atau Nyi Iteung ala Dusun Bambu. Siapa tahu jodoh bisa sekalian ngajak anak-anak merasakan pengalaman memanen padi, selain main di sungai tentunya.
Fasilitas:
  1. 1 orang butler (pelayan) pribadi dan room service 24jam
  2. Akses internet dengan Wifi
  3. TV satelite dengan sound sistem ala home theatre
  4. Kamar mandi dengan shower air panas
  5. Perlengkapan BBQ dihalaman belakang
  6. Perlengkapan dapur yang lengkap
Room Type & Rate
Weekdays
  • One bedroom villas Rp 2.250mio/night
  • Two bedroom villas Rp 3.250mio/night

Weekend

  • One bedroom villas Rp 2.850mio/night
  • Two bedroom villas Rp 3.850mio/night

Long Weekend

  • One bedroom villas Rp 3.250mio/night
  • Two bedroom villas Rp 4.250mio/night
Aktivitas Outdoor
Mulai dari bersepeda melewati kebun teh (hanya tersedia Jumat, Sabtu & Minggu), hiking, sampai naik balon udara (Rp 300rb/15menit/orang) bisa dicoba *berdoa semoga ada rate promo*

Tips Menjelajah Dusun Bambu

  • Kalau ngga nginep dan membawa anak-anak sebaiknya datang pagi hari untuk merasakan sejuknya lembang. Tapi kalau mengincar sunset sih, tiba jam 3 sore bisa jadi alternatif. Siapkan saja jaket/sweater untuk menahan dingin atau payung jika datang hujan rintik-rintik. Sunblock, topi dan kacamata juga jadi barang wajib ketika berkunjung ke outdoor area macam ini
  • Melihat track-nya yang menanjak, sebaiknya stroller disimpan saja. Kenakan anak-anak pakaian yang nyaman dan gunakan flat shoes. Karena saya membawa Baby Aleandra dan sebelumnya cukup lelah berkeliling Bandung, jalan terbaik adalah naik wara-wiri ketimbang jalan kaki :D.
  • Pengen berhemat? Ngga ada salahnya membawa bekal, camilan dan air mineral/susu untuk si kecil. Meski harga makanan tradisional di foodcourtnya cukup mahal, untuk alasan kepraktisan boleh dicoba juga kok. Kalau dibandingkan sebenarnya sama saja dengan rate resto di mall-mall Jakarta

Rute menuju Dusun Bambu

Lokasi tepatnya di Jl. Kertawangi (Komplek Komando), Cisarua Bandung Barat, dapat ditempuh melalui Jl.  Kolonel Masturi KM 11. Berbagai rute alternatif:
  • Tol Pasteur -> Ledeng -> Jl. Sersan Sodik -> Jl. Kolonel Masturi
  • Tol Padalarang -> Cimahi -> Jl. Kolonel Masturi
  • Tol Pasteur -> Ledeng -> Lembang -> Jl. Kolonel Masturi

Meski terdengar mainstream, selain berbelanja, wisata alam Bandung selalu menarik untuk dicoba. Jadi, tertarik mengajak anak-anak berlibur kesini?

[Bandung Trip] Liburan Ke Kampung Gajah

1 2 3

Setelah menikmati Taman Lalu Lintasmelihat Tyrex di Museum Geologi, sholat di Masjid Raya dan walking tour di seputaran Asia Afrika-Braga, saya beserta keluarga langsung menuju Lembang untuk menyambangi Kampung Gajah Wonderland dan Dusun Bambu Family Leisure Park. Kami ingin anak-anak merasakan Bandung yang hijau dan sejuk 🙂

Sempat agak khawatir karena begitu sampai disana cuaca agak mendung. Setelah membeli tiket dan memarkir kendaraan saya fokus membeli makan siang. Karena kami ngga akan berlama-lama disini, saya memutuskan untuk membungkus fish fillet yang dimakan dengan lalap dan nasi di salah satu restoran. Sayang pelayanannya agak lama padahal anak-anak sudah ngga sabar mencoba wahana yang ada. Jadi aktivitas apa saja yang kami coba di Kampung Gajah dalam waktu yang singkat? berikut daftarnya:

Buggy Family

Karena kami berlima (3 dewasa dan 2 anak) diputuskan untuk mencoba petualangan berkeliling Kampung Gajah dengan Buggy Family ketimbang Mini Buggy atau Buggy Adventure. Padahal sempat kepikir juga sih mau naik Fantastic Car atau Pacific Robot ride biar agak heboh gitu, tapi dibatalkan. Dengan membayar sewa Rp 80.000 suami saya semangat menelusuri rute yang telah dipasangi petunjuk dimana-mana. Ada satu momen dimana buggy yang kami kendarai ngepot karena belokan yang cukup tajam dan suami lumayan ngebut karena ngga terbiasa, sementara saya dan anak-anak lupa memakai sabuk pengaman, duh hampir copot jantung. Sayang rutenya menurut saya terlalu pendek sehingga kami hanya sebentar merasakan pemandangan Kampung Gajah.

Bungee Trampoline

Tak jauh dari lokasi penyewaan buggy, kami naik menuju jalan setapak yang diapit restoran kemudian menyusuri jalan menurun tepat di sebelah wahana tubby (seluncur ban) yang terlihat ngga begitu menarik untuk dicoba. Sempat juga menemukan Resto Patin dan futuristic train (kereta listrik mini) namun Ayesha memutuskan ia mau naik bungee trampolin dan bumper boat saja. Harga sewanya Rp 15.000, lumayan melihat Kakak ketawa sambil berteriak kegirangan selama 15 menit sementara saya sibuk menyuapi Aleandra yang anteng di stroller. Dari area ini kita bisa melihat jelas waterboom, pegunungan dan merasakan langsung sejuknya angin.

Bumper Boat

Ayesha menikmati wahana ini bersama Yanda-nya, lucu juga melihat mereka berputar-putar di danau buatan dan hampir menabrak boat lain. Mirip bom-bom car sih hanya saja ini versi perahu karet. Sewanya Rp 40.000/boat/lima menit, iya tergolong mahal untuk waktu yang sebentar saja.

Rencana awalnya kami ingin menonton pertunjukan Aladdin (karena sudah termasuk di tiketnya) tapi batal karena turun hujan rintik-rintik begitu Ayesha main di rumah Teletubbies, suami juga ngga begitu tertarik mengingat anak-anak sudah melihat hal serupa di Dufan atau Taman Safari. Sayang sih, tapi kami harus mengejar waktu juga karena suami ingin berbuka puasa di Dusun Bambu.

Apakah saya tertarik berkunjung kesini lagi? aktivitas apa yang kira-kira akan saya lakukan? yang jelas bukan naik gajah karena hewan ini hanya icon semata bukan bagian dari atraksi utama. Beberapa referensi yang mungkin saya coba adalah:

  • Mencoba fishing family dan merasakan pengalaman memancing bareng anak-anak
  • Mainstream sih, tapi ngga ada salahnya mampir ke Waterboom untuk mencoba kiddy pool, octopus racer, wave pool dan big tornado ala Kampung Gajah
  • Mencoba ATV adventure, buggy lembah atau sky rider paralel adventure (flying fox sepanjang 439 meter untuk menikmati pemandangan pegunungan Bandung) kalau ada kesempatan liburan berdua saja bareng suami, maklum adrenaline rush
  • Alternatif lain bisa jadi segway adventure, naik sky view (balon udara) atau naik kuda
Berikut daftar harga tiket masuk dan berbagai wahana di Kampung Gajah:
  • Tiket masuk Weekdays: Rp.10.000,-/orang
  • Tiket masuk Weekend & Public Holiday: Rp.20.000,-/orang
  • Tiket terusan Weekdays: Rp. 150.000,-/orang
  • Tiket terusan Weekend & Public Holiday : Rp. 250.000,-/orang
  • Tiket Waterboom only Rp 75.000/orang saat Weekdays. Tiket seharga Rp 150.000/orang saat Weekend/Libur Nasional. Jam Buka 09.00-19.00 WIB atau 08.00-20.00 (libur nasional)
  • Futuristic Train Rp 15.000/putaran
  • Buggy Mini Rp 30.000/putaran
  • Formula Cart Rp 50.000/lima menit
  • Mini ATV Rp 20.000/lima menit
  • Bodycycle (sepeda santai yang dikendarai sambil berbaring) Rp 15.000/lima menit
  • Sky Rider Rp 40.000/sekali masuk
  • Children Playground Rp 20.000
  • Delman Royal Rp 60.000/putaran
  • Horse riding Rp 20.000/putaran
  • Segway Rp 100.000/putaran
  • Sky Rider (flying fox) Rp 40.000/sekali masuk
  • Tubby slide (seluncuran ban) Rp 20.000/sekali masuk
Tips Berwisata ke Kampung Gajah: 
  • Jika mommies atau anak-anak tidak berminat untuk mencoba seluruh permainan, sebaiknya membeli tiket per wahana saja ketimbang membeli tiket terusan agar hemat biaya. Apalagi bawa balita, better beli tiket ke Children Playground saja.
  • Fyi, tiket terusan memang bisa digunakan untuk bermacam-macam wahana tapi ada pengecualian untuk Sky View, 4D Rider & Segway. Setiap permainan juga hanya bisa dinikmati 1x. Bawa driver juga dihitung lho ya! so yes, its costly in here
  • Namanya juga theme park, agar kita puas merasakan berbagai wahana atau main di Waterboom sebaiknya pergi sepagi mungkin, maklum Bandung rawan hujan di sore hari. Kalau ingin leluasa main air, mungkin coba permainan lain dahulu baru datang untuk berenang
  • It’s an outdoor activity, jadi pastikan membawa air dan bekal makanan, jaket/payung (antisipasi hujan), sunblock, topi dan kacamata. Persiapkan uang cash karena fasilitas ATM jarang dan kadang ngga berfungsi. Selalu bawa tisu kering dan basah juga hand sanitizer karena toilet rawan penuh dan antri
Jl. Sersan Bajuri KM 3.8, Lembang, Bandung
Jam Buka:
Senin-Jumat: 09:00-19.00 WIB
Sabtu-Minggu & Libur Nasional: 08:00-22.00 WIB

peta lokasi menuju kampung gajah lembang bandung

[Bandung Trip] Museum Geologi

1

2

3

Tujuan wisata keluarga berikutnya setelah Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani adalah Museum Geologi yang letaknya tak jauh dari Gedung Sate. Cukup modern, bersih dan ber-AC. Bangunan bersejarah bergaya art deco ini menyimpan berbagai bebatuan, mineral, artefak dan fosil yang dikumpulkan sejak tahun 1850. Saya berdecak kagum begitu mengetahui bahwa jumlah koleksinya termasuk yang terbesar se-Asia Tenggara.

“Seru ngga Kak, main ke Museum Geologi?” tanya saya

“Iya Bun, aku suka banget. Naik apa tuh Bun yang buat ngerasain gempa? yang kita liat video rumahnya runtuh”

“Simulator gempa Kak”

“Trus aku lihat motor rusak kena gunung berapi, ada termos sama tv berdebu juga ya Bun. Ih ngeri deh”

“Kamu suka apalagi Kak?” saya kembali memancing pendapatnya

“Tyrex lah, gede banget, sama kayak film Jurrasic yah Bun. Trus ada gajah mamoth, tengkorak ular, manusia purba…”

“Kamu lihat video terjadinya bumi ngga?”

“Sebentar doang Bun, aku soalnya pengen lihat batu yang mirip sama baju Princess Sofia”

“Oh, kristal ungu besar itu ya Kak. Bunda juga suka lihatnya”

“Pokoknya klo ke Bandung, kita main ke Museum Geologi ya Bun!”

Sepenggal percakapan saya dengan Ayesha cukup menegaskan bahwa tujuan wisata edukasi unggulan di Kota Bandung ini berhasil menarik perhatian anak-anak. Kita bisa mempelajari sejarah terjadinya bumi, melihat fosil dinosaurus dan mengamati bebatuan dan mineral cantik aneka warna yang bersumber dari perut bumi. Info juga disajikan dalam bahasa umum yang mudah dimengerti pengunjung. Meski sebenarnya bisa dibuat lebih interaktif lagi, seperti menambah tour guide atau audio guide (just like Gardens by the Bay Singapore) plus dilengkapi dengan penjelasan dalam Bahasa Inggris agar wisatawan asing bisa ikut memahami.

Museum ini terdiri dari dua lantai yang masing-masing memiliki ruang pamer di sayap kiri dan kanan. Lantai pertama dikhususkan untuk menyampaikan informasi mengenai sejarah kehidupan (lengkap dengan replika bola dunia berukuran jumbo, berbagai maket mini dan animasi) serta geologi Indonesia (ruang fosil). Lantai kedua lebih fokus memperlihatkan manfaat dan bencana geologi (hasil tambang emas, miniatur menara pemboran migas dan simulator gempa ada disini lho!). Overall, kami nyaman berkeliling disini, ruangannya bersih dan koleksinya terawat. Area parkir juga luas dan dihiasi taman di sekitarnya.

Sayang, kami berkunjung di bulan Juli. Setahu saya, Mei 2015 lalu pihak mengelola sempat menghelat acara Night At The Museum saat perayaan hari jadi mereka ke-86, pasti menarik!. Oh ya, mengingat waktu yang terbatas kami tak sempat mampir ke Yoghurt Cisangkuy yang ngehits ituh, padahal lokasinya tepat di seberang Museum lho. Semoga lain waktu bisa berkunjung lagi dan melihat inovasi baru disini. Gimana moms, tertarik mampir?

Museum Geologi
Jl. Dipenogoro No.57 Bandung
Jam Buka:
Senin-Kamis: 09:00-16.00 WIB
Sabtu-Minggu: 08:00-14.00 WIB
Jumat dan libur Nasional: Tutup
Harga Tiket Pelajar/Mahasiswa: Rp 2000
Harga Tiket Umum: Rp 3000

[Bandung Trip] Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani

412

3

Menentukan tujuan wisata mana saja yang mau didatangi saat berkunjung ke Bandung bisa dibilang cukup spontan. Syaratnya hanya satu, menyenangkan bagi anak-anak. Maka, jadilah Minggu jam sepuluh pagi kami tiba di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani yang letaknya tak jauh dari Hotel Noor, tempat kami menginap. Ayesha yang memang selalu antusias melihat ruang terbuka hijau langsung berlarian menuju patung-patung mainan yang menyambut kami setelah memasuki gerbang. Untungnya suasana masih sepi, aman deh karena bisa leluasa mengawasi Kakak.

Lingkungan taman memang sengaja dibuat sedemikian rupa agar anak-anak bisa berjalan atau mengendarai sepeda melewati berbagai lintasan dengan rambu-rambu di kanan-kirinya. Kami berbelok ke arah kiri menuju tempat penyewaan sepeda mini dan memutuskan untuk mengambil satu seharga lima ribu rupiah. Oh ya, ada area flying fox juga disini, meski talinya tak sepanjang lintasan di Keong Mas-apalagi GWK Bali-lumayan lah untuk pemanasan :D.

Saya baru tahu bahwa lahan ini telah dibuka untuk umum sejak 57 tahun lalu (tepatnya 1 Maret 1958) dan tiga kali berganti nama, wow!. Awalnya Insulinde Park kemudian Taman Nusantara dan berganti nama kembali menjadi Taman Lalu-Lintas Ade Irma Suryani Nasution setelah peristiwa G30S/PKI. Dahulu, taman ini merupakan tempat latihan baris serdadu Belanda. Membangun Taman Lalu Lintas pertama di Indonesia ini pun tak mudah, dibutuhkan partisipasi berbagai lapisan masyarakat untuk mendanai proses pembuatannya. Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL) Cabang Bandung berperan aktif memfungsikannya sebagai sarana penyuluhan dan pendidikan keamanan lalu lintas.

Konon acara peresmian taman ini begitu gegap gempita, banyak pejabat negara yang hadir. Sayang, mainan berkarat, sepeda mini usang dan beberapa patung patah seolah meredupkan jejaknya. Kami bahkan tak menemukan mobil berbaterai, kerosel dan panggung hiburan seperti yang dijanjikan websitenya. Kakak juga enggan naik kereta api mini dengan tiket seharga lima ribu rupiah, ia lebih memilih bersantai di ayunan yang belum lama dicat ulang. Namun, kami tetap bersyukur masih bisa menikmati sejuknya Bandung disana. Mungkin sedikit inovasi bisa membantunya menjawab tantangan zaman, begitu pikir saya dalam hati. Ada pengalaman serupa, moms?

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani
Jl. Belitung No.1 Bandung
Jam Buka:
Senin – Kamis, Sabtu 08.00 – 15.00 WIB. Harga tiket masuk: Rp 6000
Minggu dan Hari Libur, 08.00 – 16.00 WIB. Harga tiket masuk: Rp 7000
Jum’at tutup kecuali libur nasional

Feeding Children With Love

Feeding Aleandra with love

Feeding Aleandra with love

More than providing nutrients; feeding a child is an act of love

Saya masih ingat salah satu kenangan paling menyenangkan semasa kecil dulu adalah waktu makan bersama keluarga. Tak hanya memberi asupan pada tubuh, ada doa yang terucap sebelum menyendok nasi, ada percakapan-percakapan sederhana mengalir disela-sela harum bumbu yang meruap, ada tawa jahil saya dan adik-adik yang diam-diam mencolek atau mencicip masakan mama, bahkan rasa kehilangan ketika anggota keluarga yang lain belum bergabung di meja makan. Mungkin pengalaman ini yang membuat saya percaya bahwa memberi makan anak, jauh dari sekedar membuatnya kenyang. Ini adalah tindakan yang melibatkan cinta, saat dimana kita terhubung, belajar saling memahami dan mempererat ikatan satu sama lain. Feeding is parenting. 

Saya berharap kedua putri saya juga bisa merasakan kebahagiaan yang sama. That’s why i was excited to involve my daughter with food since the beginning. Saya mengajak Ayesha memasak bersama. Mulai dari merencanakan menu, berbelanja bahan makanan, memetik sayuran, mencuci buah sampai menyiapkan mangkuk sajian. Kami saling bertukar cerita dan tawa sambil menikmati makanan. Hasilnya, Kakak jarang banget jajan (karena memang ngga dibiasaain), tetap doyan buah dan sayur. Ah, legaaa rasanya

Gimana dengan Baby Aleandra? well, I always consider myself as a newbie mommy, karena tiap anak memiliki kisahnya sendiri-sendiri. Jika dulu saya bebas bereksperimen menawarkan beragam pilihan makanan pada Kakak Ayesha, kini saya justru ekstra hati-hati karena ia alergi terhadap telur. Salah satu informasi yang bisa jadi pedoman adalah rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa pemberian makanan pada bayi harus mencakup tiga hal:

  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
  • ASI Eksklusif selama 6 bulan dan
  • Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sambil terus memberikan ASI hingga usia 2 tahun

Dua diantaranya telah terpenuhi, sekarang saya hanya perlu fokus mencari solusi kreatif agar nutrisi Aleandra tetap terpenuhi namun ia tetap nyaman mengonsumsi MPASI. Mulai dari berbelanja buah atau sayur organik, memilih finger food -yang bebas telur hingga menyiapkan MPASI. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

Waspada Gizi Salah!

Miris, data terkini Global Nutrition Report (2014) menyatakan bahwa Indonesia mengalami masalah gizi kompleks, dengan stunting (perawakan pendek) dan wasting (perawakan kurus) sebagai gejala klinis yang paling banyak ditemui pada bayi di negeri kita.  Berbeda dengan gizi buruk, gejala ini disebut gizi salah yang artinya terdapat kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu akibat kesalahpahaman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi 1000 hari pertama pertumbuhan si kecil. Langsung terbayang deh, proses mengolah bahan makanan yang kurang tepat sehingga menghilangkan nutrisi penting atau prinsip asal anak kenyang-padahal asupannya belum tentu bergizi, duh!

Then i ask myself, what i’ve done to make changes? sudahkah saya melakukan perubahan di rumah saya sendiri? tidak ada yang sempurna memang, tapi saya harus terus berproses, memberikan yang terbaik bagi kedua putri saya. Semangaaaaaat!!!!!

Perjalanan MPASI Aleandra

MPASI adalah makanan pendamping ASI, bukan pengganti ASI. Salah pemberian menu MPASI yang miskin gizi akan membuat bayi terlalu kenyang dan malas menyusu. Informasi ini turut mendasari tindakan saya memilih MPASI. Just like relationship, there were ups and downs. Ada kalanya saya happy berat karena Aleandra lahap menyantap atau sebaliknya, menguras emosi karena ia melepeh makanan. Saya jadi tahu kalau ia lebih memilih mengunyah potongan jagung rebus ketimbang makan nasi tim jagung, bersemangat menikmati nasi merah bercampur kaldu daging sapi, menyukai sayur bayam dan doyan banget pisang 😀 (snack kaya kalsium yang jadi bekal wajib saya saat hamil Aleandra dulu nih).

Alea, yang kini memasuki usia 10 bulan tergolong aktif. Ia sudah merambat bahkan berjalan 3-5 langkah dan hobi ngemil. Makanya, ketika traveling keluar rumah selain menyimpan nasi tim dalam jar (botol selai) mungil, saya pasti membawa buah atau biskuit bayi. Selain praktis dan membantunya fokus duduk di stroller, camilan yang bertekstur juga juga cocok untuk menstimulasi pertumbuhan giginya (sudah numbuh 6 diatas dan 2 dibawah lho). Sesekali saya selipkan roti, tahu atau puding sebagai variasi.

Beberapa favorit Aleandra adalah biskuit Milna 6+ varian pisang (of course!), apel-jeruk dan jeruk. Selain bebas telur, produk Kalbe Nutritionals ini memiliki kandungan nutrisi yang variatif, mencakup Macronutrients (Protein, Karbohidrat, Lemak) & Micronutrients (Vitamin & Mineral). Saya juga tak perlu khawatir karena makanan yang diproses industri untuk bayi tidak menggunakan pengawet dan pewarna buatan. Menariknya lagi, ketika stok habis dan belum sempat ke supermarket, saya bisa membelinya via online di Kalbe E Store. Solusi praktis bagi ibu bekerja macam saya ini.

kids snack time-djghina

kids snack time-2-djghina

Don’t Worry Be Happy 🙂

Saya mendamaikan diri dengan berpikir bahwa semuanya pasti butuh proses. Saya terus belajar mengenali hal-hal yang membuatnya bersemangat makan. Mulai dari variasi menu, cara penyajian sampai cara makan yang disukainya. Ngga perlu malu bertanya pada orangtua atau teman yang berpengalaman (or just read other people blog). Siapa tahu kan ada pengetahuan yang dapat diterapkan.

It’s a Miraculous Journey

Oh ya, selain menyusun food diary (agar mudah mendeteksi penyebab alergi), saya juga hobi mendokumentasikan tahap-tahap penting yang dilalui Aleandra. Tertarik juga nih mengikutkanya di Kompetisi Bayi Hebat Milna 2015, anggap saja motherhood project berikutnya :D.

milna bayi hebat 2015-aleandra-djghina

Memberi makan anak menjadi seni tersendiri. Saya diajak untuk kreatif memikirkan cara-cara agar Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak-anak tetap terpenuhi dengan cara yang menyenangkan. Saya sadar, kunci untuk menularkan kebiasaan baik adalah mencontohkan. Bagaimana si kecil dapat hidup sehat ketika saya saja masih males-malesan, bagaimana si kecil mau bersyukur ketika saya saja masih suka menyisakan makanan. Beri makna lebih pada makanan yang kita santap tiap harinya, memilih memberikan biskuit atau susu kotak saat bertemu anak-anak jalanan atau meluangkan waktu memasak makanan di rumah bersama si kecil adalah beberapa cara yang telah mengubah cara hidup saya, how about you moms? what’s your feeding love story?